
YOGYAKARTA, (Golkarkotajogja)– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua DPD Partai Golkar Kota Jogja, Muhammad Affan, mengajak seluruh masyarakat memaknai kemerdekaan tidak sekadar melalui kegiatan seremonial, tetapi dengan kerja nyata, memperkuat persatuan, menjaga kebersamaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Affan, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, tantangan bangsa telah berubah. Jika generasi terdahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka perjuangan saat ini adalah memastikan kemerdekaan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.
“Kemerdekaan bagi kita bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata. Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, tantangan kita tentu berbeda. Kalau dulu perjuangannya merebut kemerdekaan, sekarang perjuangannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesenjangan dan memastikan pembangunan benar-benar dirasakan rakyat,” ujar Muhammad Affan.
Ia mengatakan, masyarakat Kota Jogja memiliki keberagaman yang menjadi kekuatan dalam membangun daerah. Karena itu, semangat gotong royong, toleransi dan persatuan harus terus dirawat.
“Di Kota Jogja, kita memiliki karakter masyarakat yang sangat beragam. Karena itu, semangat gotong royong, toleransi, kebersamaan dan menjaga persatuan harus terus kita rawat. Jangan sampai perbedaan pilihan politik membuat kita terpecah,” tegasnya.
Affan menilai momentum kemerdekaan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai sosial dan budaya yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Yogyakarta.Menurutnya, gotong royong, unggah-ungguh, toleransi dan kebersamaan merupakan modal sosial yang harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman.
“Jogja mempunyai nilai-nilai yang luar biasa, seperti gotong royong, unggah-ungguh, toleransi dan semangat kebersamaan. Ini harus menjadi kekuatan masyarakat. Kemerdekaan harus kita isi dengan membangun masyarakat yang mandiri, berpendidikan dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” katanya.
Ia menambahkan, modernisasi dan perkembangan teknologi harus dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya serta jati diri masyarakat Yogyakarta.
“Kita boleh mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan sampai kehilangan jati diri dan budaya. Modernisasi harus berjalan bersama dengan nilai-nilai luhur masyarakat Yogyakarta,” ungkap Affan.
Dalam momentum HUT RI ke-81, Affan juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas.Menurutnya, bonus demografi harus dipandang sebagai peluang yang harus dipersiapkan melalui pendidikan, kreativitas, kewirausahaan dan keterlibatan anak muda dalam pembangunan.
“Generasi muda adalah kekuatan besar. Bonus demografi harus kita jadikan peluang, bukan justru menjadi persoalan. Anak muda harus diberikan ruang untuk berkreasi, berorganisasi, berwirausaha dan terlibat dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Affan mengatakan DPD Partai Golkar Kota Jogja berkomitmen membuka ruang lebih besar bagi generasi muda.Ia berharap anak muda tidak hanya menjadi objek dalam berbagai kegiatan, tetapi diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan ikut menentukan arah pembangunan.
“Jangan hanya ditempatkan sebagai objek kegiatan politik, tetapi harus menjadi subjek dan ikut menentukan arah pembangunan,” jelasnya.
Affan juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas Kota Jogja, terutama di tengah dinamika politik dan keberagaman pilihan masyarakat.Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan persaudaraan dan kehidupan masyarakat yang guyub.
“Politik boleh berbeda, pilihan boleh berbeda, tetapi persaudaraan jangan sampai hilang. Yogyakarta memiliki tradisi guyub dan santun. Ini yang harus kita jaga bersama,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa Partai Golkar Kota Jogja terus mendorong praktik politik yang santun dan bertanggung jawab. Kader maupun masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya serta menghindari tindakan provokatif.
“Kami di Golkar selalu menekankan politik yang santun. Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas, jangan melakukan provokasi, dan jangan menjadikan perbedaan politik sebagai alasan untuk bermusuhan,” kata Affan.
Mengakhiri pesannya dalam momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81, Affan mengajak masyarakat Kota Jogja menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persatuan dan gotong royong. Ia berharap perayaan kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Di usia 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat persatuan dan gotong royong. Jangan hanya merayakan kemerdekaan dengan seremoni, tetapi kita isi dengan karya dan kepedulian terhadap sesama,” pesan Affan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Yogyakarta tetap aman, nyaman dan guyub, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan masyarakat meningkatkan kesejahteraan.
“Mari bersama-sama menjaga Yogyakarta tetap aman, nyaman, guyub dan menjadi kota yang memberikan ruang bagi anak muda untuk berkembang serta masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya,” pungkasnya.
Semangat kemerdekaan, menurut Affan, pada akhirnya harus diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Persatuan, gotong royong, kepedulian sosial dan kerja nyata menjadi bagian penting dalam mengisi kemerdekaan di era sekarang.(Red).