
Yogyakarta (Golkarkotajogja)– Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja dari Fraksi Partai Golkar, Yogo Prasetyo Pri Hutomo (Mas Tomo), bersama anggota Komisi D melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SD Muhammadiyah Miliran, Senin (23/2/2026).
Sidak dilakukan menindaklanjuti laporan wali murid terkait adanya guru yang diduga menderita Tuberkulosis (TBC), penyakit menular yang penularannya melalui udara sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa.
Menurut Mas Tomo, laporan masyarakat sebenarnya telah diterima beberapa minggu sebelumnya, namun sempat tertunda karena adanya masa libur sekolah.
“Begitu sekolah kembali aktif, kami langsung bergerak bersama kemantren, puskesmas, dan Dinas Kesehatan untuk memastikan kondisi di lapangan serta memberi kepastian kepada wali murid,” ujarnya kepada awak media Kamis (26/2/2026).

Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Kota Jogja langsung menggelar sosialisasi kepada wali murid guna menjelaskan tentang TBC, mekanisme penularan, langkah pencegahan, serta proses pengobatan.
Selain itu, dilakukan screening terhadap siswa yang berinteraksi dengan guru tersebut. Jika ditemukan indikasi mengarah ke TBC, siswa akan difasilitasi pemeriksaan lanjutan berupa rontgen di rumah sakit daerah Pratama.
“Hari ini screening sudah dilakukan. Jika ada indikasi, anak-anak akan langsung difasilitasi pemeriksaan lanjutan agar penanganannya cepat dan tepat,” jelasnya.
Dalam sosialisasi pasca sidak, Komisi D juga menyoroti pentingnya penerapan SOP penanganan penyakit menular di lingkungan sekolah guna mencegah penyebaran lebih luas.
Mas Tomo menambahkan bahwa faktor lingkungan sekolah, terutama bangunan di kawasan padat penduduk dengan minim cahaya matahari, juga perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kesehatan siswa.
“Sekolah harus memenuhi standar kesehatan bangunan. Sirkulasi udara dan pencahayaan sangat penting agar proses belajar mengajar berlangsung aman bagi anak-anak,” tegasnya.
Komisi D DPRD Kota Jogja menyatakan akan mendorong rapat koordinasi lintas instansi untuk memastikan seluruh sekolah memenuhi standar kesehatan lingkungan, sekaligus mendukung program penanganan TBC yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Kami merespons cepat laporan masyarakat. Tujuan utama kami adalah memastikan keselamatan siswa sekaligus memberi kepastian kepada wali murid bahwa pemerintah hadir dan bertindak,” pungkas Mas Tomo.(Red).