HUT KPPG ke-24, Nur Amriah Ajak Perempuan Jogja Lebih Aktif dan Mandiri

Yogyakarta (Golkarkotajogja) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan sosial, pendidikan, ekonomi, dan kepemimpinan di tengah masyarakat.

Ketua KPPG Kota Jogja Nur Amriah mengatakan, HUT KPPG ke-24 bukan hanya sekadar perayaan organisasi, tetapi juga menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang perjuangan perempuan dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Makna HUT KPPG bagi KPPG Kota Jogja adalah sebagai momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, pengabdian, dan perjuangan perempuan dalam berkontribusi bagi masyarakat serta pembangunan daerah,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Nur Amriah, KPPG terus mendorong perempuan agar menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan mampu berperan aktif di berbagai bidang kehidupan.Melalui berbagai program pemberdayaan perempuan, KPPG ingin menciptakan perempuan yang tidak hanya aktif dalam rumah tangga, tetapi juga mampu berkontribusi di bidang sosial, pendidikan, ekonomi, hingga kepemimpinan.

Ia menjelaskan, program KPPG meliputi pelatihan keterampilan, pendidikan politik perempuan, seminar kepemimpinan, kegiatan UMKM, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga pendampingan perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi dan aktif dalam organisasi.

“Melalui program pemberdayaan perempuan, KPPG berupaya menciptakan perempuan yang tidak hanya aktif di rumah tangga, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pendidikan, sosial, ekonomi, dan kepemimpinan,” katanya.

Selain itu, KPPG Kota Jogja juga berupaya membangun kepercayaan diri perempuan agar menjadi sosok yang tangguh dan memiliki kepedulian sosial tinggi di lingkungan masyarakat.

Nur Amriah menilai tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menciptakan perempuan yang mampu menjalankan peran keluarga sekaligus memiliki ruang untuk berkembang dan berkontribusi di masyarakat.

Dalam rangka memperingati HUT ke-24 tahun, KPPG Kota Jogja menggelar sejumlah kegiatan sosial seperti berbagi kepada masyarakat, anjangsana ke panti asuhan, serta pendampingan gratis terkait masalah hukum, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan pendidikan.

“Harapan terbesar kami, kader perempuan bisa menjadi perempuan yang berdaya, berani menyampaikan pendapat, aktif dalam organisasi, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di masa depan,” tegasnya.(Red).

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *