
YOGYAKARTA (Golkarkotajogja) – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang kota sekaligus mendorong langkah nyata yang berdampak bagi warga.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Yogyakarta Muhammad Affan menyebut peringatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan ruang untuk meninjau kembali perkembangan Kota Yogyakarta.
“HUT ke-270 ini bukan sekadar perayaan, melainkan kesempatan menengok perjalanan panjang Kota Yogyakarta. Tema Otentik Konkret menurut saya sangat tepat. Kita perlu mempertahankan identitas, budaya, dan karakter Yogyakarta, lalu menerjemahkannya melalui langkah nyata yang bermanfaat bagi warga,” kata Affan, Rabu (7/10/2026).
Ia menilai Yogyakarta masih mampu mempertahankan citranya sebagai kota budaya, pendidikan, dan pariwisata, sembari memperkuat ekonomi kreatif serta UMKM.
“Yang penting ke depan pembangunan itu harus semakin dirasakan masyarakat, bukan hanya terlihat dari pembangunan fisik,” ujarnya.
Affan menyebut UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif berperan besar dalam menggerakkan perekonomian daerah. Menurutnya, setiap kegiatan wisata perlu memberi dampak langsung kepada pelaku usaha kecil, pedagang, pekerja kreatif, dan warga.
“Jadi wisatawan datang bukan hanya menikmati Yogyakarta, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia berharap Yogyakarta terus berkembang tanpa meninggalkan jati diri. Pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi, dan pembangunan, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan warga.
“Harapan saya Yogyakarta semakin maju, tetapi tidak kehilangan jati dirinya. Kemajuan ekonomi, teknologi, dan pembangunan harus berjalan seimbang dengan pelestarian budaya, lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Affan mengajak seluruh unsur masyarakat turut merawat Yogyakarta dalam peringatan HUT ke-270. Pemerintah, warga, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan berbagai pihak lainnya perlu membangun kerja sama.
“Mari kita jadikan HUT ke-270 ini bukan hanya sebagai perayaan, tetapi sebagai momentum untuk bersama-sama menjaga Yogyakarta. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan semua elemen harus berkolaborasi. Kalau ingin Yogyakarta semakin baik, tentu harus dimulai dari kontribusi kita masing-masing,” pungkasnya.