
YOGYAKARTA (Golkarkotajogja) – DPD Partai Golkar Kota Jogja menyatakan dukungannya terhadap program konversi becak motor (bentor) menjadi becak listrik yang tengah digencarkan Pemerintah Kota Jogja sebagai bagian dari upaya mewujudkan transportasi ramah lingkungan dan menekan emisi di kawasan wisata.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Jogja, Muhammad Affan, menilai langkah transformasi transportasi tradisional menuju kendaraan rendah emisi merupakan kebijakan yang sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan serta upaya menjaga citra Yogyakarta sebagai kota budaya dan destinasi wisata unggulan.
Menurutnya, program becak listrik dapat menjadi solusi untuk mengurangi polusi udara sekaligus mendukung terciptanya kawasan wisata yang lebih nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Pada prinsipnya kami mendukung setiap kebijakan Pemerintah Kota Jogja yang bertujuan menciptakan kota yang lebih ramah lingkungan, nyaman bagi wisatawan, dan selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan,” ujar Affan, Senin (8/6/2026).
Meski demikian, Affan mengingatkan bahwa keberhasilan program becak listrik tidak hanya diukur dari jumlah unit yang dibagikan kepada para pengemudi becak. Pemerintah juga harus memastikan program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari sektor transportasi tradisional.
Ia menegaskan bahwa aspek sosial dan ekonomi para pengemudi becak harus menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program.
“Transformasi menuju transportasi ramah lingkungan adalah langkah yang baik, tetapi kesejahteraan para pengemudi becak harus tetap menjadi prioritas utama agar tidak ada pihak yang merasa ditinggalkan dalam proses perubahan ini,” tegasnya.
Terkait kebijakan pemusnahan bentor setelah penyerahan becak listrik kepada penerima bantuan, Affan menilai langkah tersebut merupakan bagian dari penegakan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Namun demikian, ia berharap para pengemudi mendapatkan pendampingan yang memadai agar dapat beradaptasi dengan sistem transportasi baru.
Menurutnya, pemerintah perlu memberikan pelatihan penggunaan dan perawatan kendaraan, termasuk memastikan tersedianya infrastruktur pendukung seperti fasilitas pengisian daya dan layanan perawatan yang mudah diakses.
Selain itu, Affan juga mendorong adanya evaluasi berkala terhadap implementasi program becak listrik, mulai dari efektivitas operasional, daya tahan kendaraan, hingga dampaknya terhadap pendapatan para pengemudi.
“Kami berharap program ini tidak hanya berhasil dari sisi lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan evaluasi yang berkelanjutan, becak listrik dapat menjadi solusi jangka panjang yang menguntungkan semua pihak,” katanya.
Pemkot Jogja sendiri menargetkan konversi hingga 500 unit becak listrik sebagai bagian dari upaya membersihkan kawasan sumbu filosofis dari polusi kendaraan bermotor yang tidak sesuai regulasi.
Partai Golkar Kota Jogja menyatakan siap mengawal kebijakan tersebut agar pelaksanaannya tetap mengedepankan kepentingan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta keberlanjutan sektor pariwisata dan transportasi tradisional di Kota Jogja.(Red).