Jelang Idul Adha 2026, Golkar Kota Jogja Dorong Stabilitas Harga Pangan dan Perlindungan Peternak Lokal

YOGYAKARTA (Golkarkotajogja)– Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026, isu stabilitas harga kebutuhan pokok dan hewan kurban mulai menjadi perhatian serius. Ketua DPD Partai Golkar Kota Jogja Muhammad Affan menegaskan pentingnya langkah konkret pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjalankan ibadah kurban.

Menurut Affan, momentum menjelang Idul Adha hampir selalu diwarnai kenaikan harga sejumlah komoditas seperti beras, cabai, bawang, daging, hingga hewan kurban. Kondisi itu dinilai dapat berdampak langsung pada daya beli masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Affan mengatakan, Partai Golkar Kota Jogja mendorong Pemerintah Kota agar aktif melakukan pemantauan distribusi bahan pokok dan memastikan stok tetap aman hingga hari raya. Langkah antisipasi dinilai penting untuk mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali.

“Setiap menjelang hari besar keagamaan, harga kebutuhan pokok biasanya mengalami kenaikan. Pemerintah harus hadir memastikan distribusi lancar, stok tersedia, dan harga tetap stabil agar masyarakat tidak terbebani,” ujar Affan, Jumat (8/5/2026).

Selain itu, Affan juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap peternak lokal di tengah maraknya pedagang hewan kurban dari luar daerah yang masuk ke pasar Yogyakarta. Menurutnya, peternak lokal harus mendapat ruang dan dukungan agar mampu bersaing secara sehat.

“Peternak lokal harus menjadi prioritas. Jangan sampai momentum Idul Adha justru lebih banyak menguntungkan pedagang luar, sementara peternak kita kesulitan menjual ternaknya,” tegasnya.

Golkar, lanjut Affan, juga membuka peluang mendorong operasi pasar jika diperlukan sebagai bentuk intervensi untuk menjaga stabilitas harga. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi solusi cepat jika terjadi gejolak harga yang merugikan masyarakat.

Affan menegaskan, komitmen partainya tidak hanya sebatas kegiatan sosial pembagian daging kurban, tetapi juga memperjuangkan kebijakan yang mampu meningkatkan daya beli masyarakat secara berkelanjutan.

“Kurban bukan hanya soal ibadah, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan ekonomi rakyat. Tugas kami memastikan masyarakat tetap bisa menjalankan ibadah dengan tenang tanpa dibebani harga yang melonjak,” pungkasnya.

Dengan waktu Idul Adha yang semakin dekat, Golkar Kota Jogja berharap sinergi antara pemerintah, pedagang, peternak, dan masyarakat dapat menjaga keseimbangan pasar serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.(Red).

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *