
YOGYAKARTA (Golkarkotajogja) – Influenza merupakan salah satu infeksi saluran pernapasan yang dapat menyerang masyarakat dari berbagai kelompok usia. Influenza musiman terutama disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B, dengan gejala yang umumnya meliputi demam yang muncul tiba-tiba, batuk, sakit tenggorokan, pilek, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta rasa lemas.
Karena gejalanya dapat menyerupai infeksi saluran pernapasan lainnya, masyarakat diimbau tidak mengabaikan kondisi tubuh ketika mengalami gejala tersebut, terutama apabila keluhan semakin berat.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala influenza umumnya muncul sekitar 1–4 hari setelah seseorang terinfeksi. Sebagian besar penderita dapat pulih dalam waktu sekitar satu minggu, tetapi influenza juga dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius, terutama pada kelompok yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.
Beberapa gejala influenza yang perlu dikenali antara lain demam, batuk yang umumnya kering, pilek atau hidung berair, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta lemas atau merasa tidak enak badan.
Influenza dapat menyebar melalui partikel pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara atau bernapas. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan yang terkontaminasi virus. Karena itu, kebiasaan hidup bersih dan perilaku yang tepat saat sakit menjadi bagian penting dalam mencegah penularan.
Masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mencegah penularan. Pertama, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Kedua, menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut serta hidung untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain.
Ketiga, menggunakan masker ketika sakit. Kementerian Kesehatan menganjurkan penggunaan masker bagi masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk atau pilek. Keempat, beristirahat di rumah ketika sakit. Selain membantu proses pemulihan, mengurangi aktivitas di luar rumah dapat membantu mencegah penularan kepada orang lain.
Kelima, memastikan sirkulasi udara tetap baik. Ventilasi yang baik merupakan salah satu bagian dari upaya mengurangi risiko penularan infeksi pernapasan. WHO juga menganjurkan peningkatan ventilasi, seperti membuka jendela, serta menghindari ruang tertutup dan padat.
Influenza dapat menjadi lebih serius pada kelompok tertentu, termasuk lansia, anak-anak usia dini, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau kondisi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah. Kelompok berisiko tinggi perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama apabila mengalami gejala yang berat.
Vaksinasi influenza merupakan salah satu cara untuk mengurangi risiko influenza dan komplikasinya. WHO merekomendasikan vaksinasi tahunan, khususnya bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi, seperti ibu hamil, anak-anak, lansia, orang dengan penyakit kronis dan tenaga kesehatan.
Masyarakat dianjurkan segera menghubungi tenaga kesehatan atau mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala semakin berat atau tidak kunjung membaik. Kelompok berisiko tinggi dan mereka yang mengalami gejala berat perlu mendapatkan perhatian medis.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Jogja sekaligus Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Jogja, Muhammad Affan, S.IP., S.H., mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan diri dan lingkungan.
“Jaga diri, jaga keluarga, dan bersama-sama menjaga kesehatan masyarakat Kota Jogja,” ujar Affan,Senin (21/9/2026).
Affan menegaskan, kewaspadaan terhadap influenza bukan berarti masyarakat harus panik. Mengenali gejala, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera mencari pertolongan ketika kondisi memburuk merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama.(Red).
Ayo Sehat. DPD PARTAI GOLKAR KOTA JOGJA Instagram: @Golkar_kotaykWebsite: www.golkarkotajogja.org
Sumber: WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.