Golkar Kota Jogja Dorong Mitigasi Bencana dan Kebijakan Lingkungan Berbasis Data

YOGYAKARTA (Golkarkotajogja) – DPD Partai Golkar Kota Yogyakarta mendorong Pemerintah Kota Jogja untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca, potensi kekeringan, serta risiko bencana yang dapat terjadi pada masa transisi musim.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Jogja, Muhammad Affan, menilai perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar langkah mitigasi dapat dilakukan lebih awal.

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat sistem pemantauan dan mitigasi bencana, terutama dalam menghadapi potensi hujan lebat, angin kencang, banjir maupun dampak kekeringan di wilayah tertentu.

“Kalau kita bicara lingkungan dan cuaca, yang paling penting adalah kesiapsiagaan. Perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Jangan sampai kita baru bergerak setelah terjadi bencana,” ujar Muhammad Affan. Senin (7/9/2026).

Ia mengatakan, data dan informasi cuaca harus menjadi dasar dalam menentukan langkah antisipasi serta kebijakan lingkungan di daerah.

Untuk menghadapi potensi kekeringan, Affan menilai pemerintah perlu memetakan wilayah yang berisiko mengalami kesulitan air bersih dan menyiapkan langkah penanganan sejak dini.

“Jangan menunggu masyarakat kesulitan mendapatkan air baru kemudian bantuan diberikan. Pemerintah harus memiliki pemetaan wilayah dan langkah antisipasi yang jelas,” katanya.

Selain itu, infrastruktur pendukung seperti drainase, saluran air, talud, sungai dan fasilitas umum juga perlu diperiksa secara berkala agar mampu menghadapi perubahan cuaca ekstrem.

Affan menambahkan, penataan kawasan dan pembangunan infrastruktur harus mempertimbangkan aspek lingkungan serta kemampuan kawasan dalam menghadapi potensi bencana.

Menurutnya, masyarakat juga perlu dilibatkan dalam upaya mitigasi. RT, RW, kelurahan dan kemantren dinilai memiliki peran penting dalam membangun komunikasi cepat ketika terjadi kondisi darurat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus dilibatkan melalui edukasi dan kesiapsiagaan bersama agar risiko bencana dapat diminimalkan,” jelasnya.

Golkar Kota Jogja, lanjut Affan, mendorong agar kebijakan lingkungan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi lebih mengutamakan langkah preventif melalui pemetaan risiko, penguatan infrastruktur dan edukasi masyarakat.

“Kita ingin Kota Jogja bukan hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga memiliki ketahanan menghadapi perubahan cuaca dan berbagai potensi bencana. Jangan sampai kita selalu sibuk menangani dampak setelah kejadian. Yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah mampu mengantisipasi dan mengurangi risikonya sejak dini,” pungkasnya.(Red).

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *