
YOGYAKARTA (Golkarkotajogja) – Ketua DPD Partai Golkar Kota Jogja, Muhammad Affan, menegaskan bahwa politik santun bukan berarti menghindari perbedaan pendapat atau bersikap pasif. Menurutnya, politik santun adalah cara berpolitik yang menjunjung tinggi etika, budaya, serta mengedepankan solusi bagi kepentingan masyarakat.
Di tengah karakter masyarakat Yogyakarta yang dikenal menjunjung tinggi adat, unggah-ungguh, dan nilai kebersamaan, Affan menilai budaya lokal menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan politik yang sehat dan demokratis.
“Politik santun bagi kami bukan berarti menghindari perbedaan pendapat, tetapi bagaimana menyampaikan gagasan, kritik, maupun aspirasi dengan etika, menghormati lawan maupun kawan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat,” ujar Muhammad Affan.
Ia mengatakan, budaya Yogyakarta mengajarkan nilai tepa selira, musyawarah, dan saling menghormati. Karena itu, politik seharusnya menjadi ruang menghadirkan solusi, bukan menciptakan permusuhan atau memperuncing perbedaan.
Affan menilai politik santun tidak identik dengan sikap sungkan atau enggan menyampaikan kritik. Justru menurutnya, kritik harus tetap disampaikan secara terbuka selama didasarkan pada data, argumentasi yang kuat, dan menawarkan solusi.
“Kalau ada kebijakan yang kurang tepat, kami akan menyampaikan masukan secara terbuka namun tetap menghormati semua pihak. Golkar ingin menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus menjalankan fungsi kontrol yang konstruktif,” tegasnya.
Ia menambahkan, Partai Golkar Kota Jogja memilih jalur politik yang produktif, yakni mengedepankan dialog dibanding konflik serta membangun kolaborasi demi kepentingan masyarakat.
Menurut Affan, nilai-nilai budaya Yogyakarta turut memengaruhi gaya kepemimpinannya dalam menakhodai DPD Partai Golkar Kota Jogja. Ia mengaku lebih mengutamakan komunikasi, musyawarah, dan kebersamaan dalam setiap pengambilan keputusan sehingga soliditas organisasi tetap terjaga.
“Budaya Jogja mengajarkan bahwa seorang pemimpin harus mau mendengar, merangkul, dan memberi teladan. Karena itu keputusan penting selalu kami bahas bersama agar menjadi keputusan kolektif,” katanya.
Pendidikan Politik untuk Kader MudaSebagai kota pelajar dengan ribuan mahasiswa dari berbagai daerah, Yogyakarta memiliki dinamika politik yang sangat beragam. Kondisi tersebut, menurut Affan, menjadi peluang untuk menanamkan budaya politik yang santun kepada generasi muda.
Golkar Kota Jogja secara rutin menggelar pendidikan politik, diskusi, pelatihan kepemimpinan, serta berbagai kegiatan sosial agar kader memahami pentingnya etika dalam berpolitik.
“Kompetisi politik tidak boleh menghilangkan etika. Generasi muda harus mampu berdialog, menghargai perbedaan, dan aktif memberikan solusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Menjelang berbagai kontestasi politik, Affan mengaku selalu mengingatkan seluruh kader, pengurus, maupun calon legislatif agar menghindari politik yang memecah belah masyarakat.Instruksi yang diberikan, kata dia, cukup jelas, yakni tidak menyerang pribadi, tidak menyebarkan hoaks, serta tidak memanfaatkan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) demi kepentingan politik sesaat.
“Pesan saya sederhana, jangan menyerang pribadi, jangan menyebarkan hoaks, jangan memecah belah masyarakat. Tawarkan program, hadir di tengah masyarakat, dengarkan kebutuhan mereka, lalu perjuangkan melalui jalur politik,” ungkapnya.
Affan menegaskan, pendekatan Partai Golkar Kota Jogja kepada masyarakat dilakukan melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata, seperti pemberdayaan UMKM, pelayanan kesehatan, pendidikan politik, kegiatan kepemudaan, hingga silaturahmi bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Menurutnya, hubungan yang dibangun dengan ketulusan akan jauh lebih bermakna dibanding pendekatan yang hanya muncul menjelang pemilu.”Kami ingin Golkar dikenal sebagai partai yang bekerja bersama masyarakat, bukan hanya datang ketika membutuhkan suara,” pungkas Muhammad Affan. (Red).