Ketua Wantim Golkar Jogja Tekankan Kolaborasi: “Bukan Berkompetisi, tapi Saling Melengkapi”

Konsolidasi dan Koordinasi serta pembubaran Panitia Musyawarah Daerah XI DPD Partai Golkar Kota Jogjakarta yang digelar di Bale Timoho Resto, Jumat (23/1/2026).

Golkarkotajogja.org/Yogyakarta – Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Jogjakarta, Drs. Suhartono, S.T, menegaskan pentingnya membangun budaya organisasi yang mengedepankan kerja terbaik tanpa harus saling berkompetisi secara destruktif. Hal tersebut disampaikannya dalam Acara Konsolidasi dan Koordinasi DPD Partai Golkar Kota Jogjakarta yang digelar di Bale Timoho Resto, Jumat (23/1/2026).

Dalam arahannya, Suhartono menekankan bahwa ukuran keberhasilan organisasi bukanlah menjadi yang paling unggul secara individu, melainkan bagaimana setiap kader mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk kepentingan bersama.

“Tidak harus menjadi yang terbaik, tapi yang paling penting adalah berbuat yang terbaik. Kita keluarkan semua kemampuan yang kita miliki, tanpa harus menjadi nomor satu,” tegas Suhartono.

Ia menjelaskan bahwa dalam organisasi hanya ada satu yang bisa disebut terbaik, namun jika semua pengurus bekerja maksimal sesuai kapasitasnya, maka organisasi secara keseluruhan akan tampil unggul.

Lebih lanjut, Suhartono mengangkat prinsip organisasi yang menurutnya sederhana namun krusial, yakni “Not to compete but to complement” atau tidak saling bersaing, melainkan saling melengkapi.

“Mari saling mengisi, tidak perlu berkompetisi. Jika ini bisa kita kelola dengan baik, insyaallah organisasi akan semakin joss,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan susunan Dewan Pertimbangan yang akan berperan aktif, di antaranya bersama,H. Sugianto Saputra, BAR. Artiyadi,Drs. H. Setyo Pramono,Hadi Wiyoto, BA. H.Jono, Ariaman, Lestari, S.H,Panut Widiatmoko, BA,Drs. Ernanto, Dra. Hj. Istiana Rahatmawati, M. Si, Sumitro, Suyono.

Suhartono menegaskan bahwa salah satu tugas utama pengurus ke depan adalah penggalangan pemuda, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurutnya, pemuda merupakan tongkat estafet kepemimpinan yang harus dipersiapkan sejak dini.

“Kuncinya adalah penggalangan pemuda. Bagaimana hubungan yang sepuh-sepuh dan yang muda-muda ini bisa menyatu, saling memahami, dan berjalan bersama,” katanya.

Ia berharap Dewan Pertimbangan dapat menjadi jembatan komunikasi antara generasi senior dan junior agar proses regenerasi berjalan sehat dan berkesinambungan.Dalam kesempatan tersebut, Suhartono juga menyampaikan harapan agar Rapat Kerja (Raker) dapat segera dilaksanakan guna menerjemahkan gagasan dan visi organisasi ke dalam program-program konkret.

“Mari kita bersatu, berdiskusi, dan berpikir ke depan dengan program-program nyata untuk memajukan organisasi,” pungkasnya.Acara konsolidasi ini juga diisi dengan agenda pembubaran Panitia Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kota Yogyakarta serta penyampaian informasi terkini terkait dinamika organisasi.(Red).

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *