Klitih Kembali Telan Korban di Jogja, Muhammad Affan Soroti Pengawasan Remaja dan Peran Keluarga

Ketua DPD Partai Golkar Kota Jogja/ Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Jogja Muhammad Affan

Yogyakarta (Golkarkotajogja) – Aksi kejahatan jalanan atau klitih kembali menjadi sorotan publik setelah seorang pemuda berinisial AA (18) meninggal dunia usai diduga menjadi korban kekerasan di kawasan sekitar Stadion Kridosono, Kota Jogja, Minggu dini hari (17/5/2026).

Korban diketahui sempat mendapat pertolongan warga dan dibawa ke rumah sakit setelah terjatuh dari sepeda motor di kawasan Jalan I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru. Namun nyawanya tidak tertolong akibat luka yang dialaminya.

Hingga kini pihak kepolisian masih mendalami motif serta kronologi pasti kejadian tersebut dengan menyisir sejumlah rekaman CCTV di beberapa titik yang diduga dilalui korban.

Menanggapi kembali munculnya kasus klitih di Yogyakarta, Ketua DPD Partai Golkar Kota Jogja, Muhammad Affan menyampaikan rasa prihatin mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat aksi kekerasan jalanan.

Menurutnya, fenomena klitih tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan kriminalitas semata, tetapi juga berkaitan dengan lemahnya pengawasan, lingkungan pergaulan remaja, hingga pengaruh media sosial dan kondisi sosial di masyarakat.

“Jogja sebagai Kota Pelajar tidak boleh kalah oleh aksi kriminal yang meresahkan masyarakat. Kami tentu sangat prihatin atas kembali jatuhnya korban akibat kekerasan jalanan,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Affan menilai penanganan kasus klitih harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari aparat keamanan, pemerintah, sekolah, hingga keluarga.

Ia juga mengapresiasi langkah kepolisian yang kembali memperketat patroli malam hingga dini hari guna mengantisipasi meningkatnya aksi kejahatan jalanan di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Namun menurutnya, patroli saja tidak cukup jika tidak dibarengi pembinaan terhadap generasi muda serta penyediaan ruang kegiatan positif bagi remaja.

“Penanganan klitih tidak cukup hanya patroli malam, tetapi juga membutuhkan peran keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam membina generasi muda,” katanya.

Selain penguatan pengawasan, Affan juga mendorong adanya kegiatan olahraga, seni, komunitas kreatif, serta aktivitas kepemudaan yang mampu menjadi wadah positif bagi anak-anak muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah.

Sebelumnya, kasus kejahatan jalanan juga sempat terjadi secara beruntun di wilayah Sleman dan Bantul pada awal Mei lalu. Dalam kejadian tersebut, aparat kepolisian mengamankan sejumlah remaja yang diduga terlibat aksi kekerasan jalanan dan membawa senjata tajam jenis celurit.

Kondisi itu dinilai menjadi alarm serius bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan perhatian terhadap aktivitas anak-anak pada jam rawan malam hingga dini hari.

“Anak muda harus diberikan ruang kegiatan positif agar energi mereka tersalurkan dengan baik dan tidak terjebak dalam lingkungan negatif yang merugikan masa depan mereka sendiri,” tutup Affan.(Red).

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *